Kalkulator Cor Beton Plat Lantai/Slab 4x4m

Estimasi kebutuhan material pengecoran (Semen, Pasir, Split) berdasarkan volume kubikasi. Sesuai standar mutu SNI untuk konstruksi rumah dan bangunan.

Waste Factor: 5%

Hasil Estimasi Kubikasi & Material

precision_manufacturingAKURASI SNI
view_in_ar

Volume Total

0 m³

Sudah + Waste 5%

package_2

Semen PC

0 Sak

Ukuran 50kg

grain

Pasir Beton

0 m³

Pasir cuci / Pasir cor

layers

Split / Kerikil

0 m³

Ukuran 1/2 atau 2/3

opacity
Kebutuhan Air Bersih

Estimasi volume air untuk pengadukan

0Liter

**Catatan:** Perhitungan di atas menggunakan standar SNI 7394:2008 untuk campuran beton. Angka m³ pasir dan kerikil adalah volume padat. Di lapangan, disarankan memesan +10% dari volume m³ karena faktor penyusutan dan pengiriman (ritase truck).


Panduan Mutu Beton (SNI)

Dalam proyek konstruksi di Indonesia, istilah "Mutu K" (Karakteristik) digunakan untuk mengukur kekuatan tekan beton per cm² setelah umur 28 hari. Pemilihan mutu yang tepat sangat penting untuk keamanan struktur bangunan bertingkat.

Beton Non-Struktural (K-100 s/d K-175)

Digunakan untuk lantai kerja (lean concrete), jalan lingkungan, rabatan, atau parkir motor yang tidak menahan beban berat.

Beton Struktural (K-225 s/d K-300)

Standar untuk cor dak lantai 2 rumah tinggal, balok (beam), kolom utama, dan tangga. Mutu K-225 adalah standar minimum paling populer.

Rumus Campuran Manual 1:2:3

Jika Anda melakukan pengadukan manual di lapangan tanpa alat laboratorium (mix design), tukang biasanya menggunakan perbandingan volume tradisional:

  • 1 Ember Semen
  • 2 Ember Pasir
  • 3 Ember Split (Koral/Kerikil)

Perbandingan ini secara kasar setara dengan mutu beton K-175 hingga K-200, cukup untuk struktur rumah sederhana.

Cara Menggunakan Kalkulator Cor

  1. Pilih Bentuk: Gunakan "Balok/Plat" untuk dak dan balok, atau "Kolom Bulat" untuk pondasi sumuran/bor pile.
  2. Input Dimensi: Masukkan panjang, lebar, dan ketebalan cor dalam satuan Meter.
  3. Tentukan Mutu: Pilih mutu K-225 untuk standar dak lantai dua yang kokoh.
  4. Waste Factor: Disarankan input 3-5% untuk mengantisipasi ceceran (spilled) saat pengerjaan.

Tips Perawatan (Curing): Beton baru harus dijaga kelembabannya. Siram air secara rutin atau tutup dengan karung goni basah selama 3-7 hari pertama agar beton tidak retak rambut akibat penguapan air yang terlalu cepat.